Selamat datang di Website Resmi MWCNU Tirtoyudo - Kabupaten Malang
Minggu, 26 Juli 2026 / 11 Safar 1448 H
Logo NU

MWCNU TIRTOYUDO

KEC.TIRTOYUDO-KAB.MALANG
Beranda Pesan Tegas Gus Zainul di Pelantikan MWCNU Tirtoyudo: Pengurus Harus Militan Sambut Hari Santri!

Pesan Tegas Gus Zainul di Pelantikan MWCNU Tirtoyudo: Pengurus Harus Militan Sambut Hari Santri!

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tirtoyudo, Gus H. Zainul Arifin Ahmad, M.A., saat memberikan instruksi dan semangat kepada jajaran pengurus baru.

TIRTOYUDO — Pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tirtoyudo pada Ahad, 27 September 2026, menjadi momentum konsolidasi yang kuat. Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Tirtoyudo, Gus H. Zainul Arifin Ahmad, B. Sc., M.A. menyampaikan sejumlah arahan strategis dan pesan tegas yang harus dipegang teguh oleh seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.

Untuk memacu fokus dan semangat hadirin di siang hari, Gus Zainul bahkan mengawali arahannya dengan memimpin yel-yel kebanggaan Nahdliyin yang menggema lantang di lokasi pelantikan: "Siapa kita? NU! NKRI? Harga Mati! Pancasila? Jaya!"

Strategi Gerilya Menyongsong Hari Santri Nasional

Gus Zainul mengungkap bahwa pemilihan tanggal 27 September untuk agenda pelantikan bukanlah tanpa alasan. Pengurus sengaja mempercepat pelantikan agar roda organisasi bisa segera berlari kencang menyambut momentum besar Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober.

Pahami Tupoksi, Jangan Sekadar Jadi Nama di Kertas

Menyoroti tema pelantikan tentang sinergi pengurus, Gus Zainul memberikan teguran halus namun menohok. Ia menekankan bahwa setiap orang yang dilantik—baik di tingkat Mustasyar, Syuriah, hingga Tanfidziyah—wajib mengerti tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

"Sebagai Pengurus kita harus sadar akan Tupoksi (tugas pokok dan fungsi)"

Beliau mengibaratkan organisasi seperti sebuah keluarga. "Sangat kacau jika suami tidak tahu tugasnya sebagai suami, dan istri tidak tahu tugasnya sebagai istri. Begitu juga di organisasi. Jangan sampai ketika ditanya posisinya apa, jawabannya 'Wah, tidak paham saya, pokoknya berangkat jadi pengurus'. Kita dipanggil untuk berkhidmat mengurusi umat Kanjeng Nabi, bukan sekadar nama yang tertulis di atas kertas," tegasnya.

Wajib Kaji AD/ART dan Khittah Nahdliyah

Untuk memastikan pola pikir dan tindakan pengurus sesuai dengan rel organisasi, Gus Zainul mendorong setiap pimpinan ranting dan MWC untuk memiliki serta mengkaji buku Pedoman Organisasi (AD/ART NU). Ia meminta para pengurus untuk membaca Mukaddimah Qanun Asasi dan memahami Khittah Nahdlatul Ulama agar arah perjuangan tidak melenceng.

Pengorbanan adalah Jalan Meraih Derajat Mulia

Lebih dalam, Gus Zainul mengingatkan bahwa SK kepengurusan adalah amanah yang berat. Dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, jiwa, hingga harta benda.

Beliau mengutip ayat suci Al-Qur'an Surat An-Nisa' ayat 95, terkait amanah dan menegaskan bahwa pengorbanan dalam mengurus NU ibarat perniagaan berharga dengan Allah. "Siapapun yang mau berjuang di jalan Allah akan mendapat derajat. Tidak sama derajat antara orang yang ikut berjuang dengan yang hanya duduk saja," jelasnya.

Dukungan Penuh untuk Kader Muda NU

Sebagai penutup, Gus Zainul secara khusus memberikan dukungan moral kepada barisan pengurus muda IPNU dan IPPNU Tirtoyudo. Ia berharap semangat para kader pelajar ini terus menyala sebagai persiapan estafet kepemimpinan.

"Kulo (saya) support kalian adik-adik, dengan harapan kelak kalian menjadi pemimpin-pemimpin pengganti kami di zaman yang akan datang, menjadi pemimpin yang lebih baik," pungkas Gus Zainul yang diaminkan oleh seluruh hadirin.

JADWAL SHOLAT
  • Imsak04:15
  • Subuh04:25
  • Dzuhur11:42
  • Ashar15:03
  • Maghrib17:36
  • Isya18:48
KALENDER KEGIATAN
Lihat Kalender
19
AGUSTUS
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15.00 WIB
27
SEP
Sabtu, 27 September 2026 | 13.00 WIB
27
SEP
Senin, 17 Agustus 2026 | 07.00 WIB
YOUTUBE MWC