TIRTOYUDO — Suasana khidmat dan letupan semangat mewarnai hiruk-pikuk acara pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Pengurus Ranting NU, serta Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Kecamatan Tirtoyudo masa khidmat 2026-2031.
Digelar pada Ahad, 27 September 2026 di Pondok Pesantren Nurul Huda, Tlogosari, perhelatan akbar ini mengusung tema besar: "Meneguhkan Sinergi Antar Pengurus, Memperkokoh Khittah An-Nahdliyah".
Acara ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga wujud nyata sinergi lintas elemen. Jajaran Muspika Tirtoyudo (Camat, Kapolsek, Danramil), perwakilan Pengurus Cabang (PCNU) Kabupaten Malang, PC IPNU-IPPNU, hingga jajaran badan otonom NU (Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser) hadir berbaur bersama tokoh lintas ormas seperti Muhammadiyah dan LDII.
Menyongsong Hari Santri dengan Semangat Gerilya
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Tirtoyudo, Gus H. Zainul Arifin Ahmad,B.Sc., M.A., mengungkap alasan strategis di balik percepatan pelantikan di bulan September. Momen ini sengaja disiapkan sebagai landasan pacu untuk menyongsong peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober mendatang.
"Kita perlu harus militan, kita perlu harus sebagaimana Panglima Sudirman bergerilya untuk kemudian mensukseskan HSN."
Beliau juga mengingatkan poin fundamental bagi setiap pengurus: keharusan memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di dalam organisasi. Seluruh jajaran pengurus MWC maupun Ranting diinstruksikan untuk memiliki dan membedah buku AD/ART NU agar arah pergerakan selalu presisi dan selaras dengan fondasi jam'iyah.
Pesan Sinergi dari Pemerintah Kecamatan
Apresiasi hangat dan dukungan penuh turut mengalir dari pemerintah setempat. Camat Tirtoyudo, Ibu Neta Dwi Prasetya, M.A.P., menitipkan pesan agar warga NU terus menjadikan organisasinya sebagai "rumah teduh" yang mampu merangkul semua golongan, terutama di tengah arus informasi global yang rentan memicu perpecahan.
"Pemerintah butuh ulama, tokoh masyarakat, dan pemuda. Mari kita saling bersinergi, bergandengan tangan menyukseskan program-program pemerintah dari pusat hingga desa," pesannya. Ibu Neta juga menekankan bahwa setiap dinamika atau perbedaan pandangan dalam wadah organisasi adalah hal lumrah yang harus selalu diselesaikan melalui jalan musyawarah.
Fokus Pengkaderan dan Menjaga Khittah
Tidak hanya menata kepengurusan struktural tingkat dewasa, momentum pelantikan ini menjadi sorotan tajam bagi arah regenerasi. Ketua PC IPNU Kabupaten Malang, Stefan Akbar, membakar semangat jajaran pengurus NU Tirtoyudo untuk proaktif turun ke bawah. Ia menyoroti pentingnya membentuk dan membina kepengurusan IPNU-IPPNU di tingkat desa (ranting) yang saat ini belum sepenuhnya aktif.
Masa depan NU 10 tahun mendatang sangat bergantung pada pengkaderan IPNU-IPPNU sebagai garda terdepan penjaga Aswaja di tingkat pelajar.
- Melakukan konsolidasi organisasi yang masif.
- Memegang teguh komitmen menjaga keutuhan NKRI dan Khittah Nahdliyah.
- Menjaga keikhlasan niat berjuang tanpa pamrih.
- Tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh dinamika isu-isu luar.
Geliat dakwah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah di Kecamatan Tirtoyudo kini menyala dengan energi baru. Acara akbar ini akhirnya dipungkasi dengan keheningan doa bersama, tawassul, dan hadiah Al-Fatihah untuk para ulama perintis dan muharrik NU di Tirtoyudo, yang dipimpin langsung oleh Rais Syuriah MWCNU Tirtoyudo sekaligus Pengasuh Ponpes Nurul Huda, K.H. Ali Mustofa.
Dengan dilantiknya struktur kepengurusan yang baru ini, geliat dakwah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah di Kecamatan Tirtoyudo diharapkan semakin progresif, sinergis, dan membawa kemaslahatan besar bagi umat.