Selamat datang di Website Resmi MWCNU Tirtoyudo - Kabupaten Malang
Minggu, 26 Juli 2026 / 11 Safar 1448 H
Logo NU

MWCNU TIRTOYUDO

KEC.TIRTOYUDO-KAB.MALANG
Beranda Pesan Sejuk Camat Tirtoyudo di Pelantikan MWCNU: NU Harus Jadi Rumah Teduh dan Pemersatu Umat

Pesan Sejuk Camat Tirtoyudo di Pelantikan MWCNU: NU Harus Jadi Rumah Teduh dan Pemersatu Umat

Camat Tirtoyudo, Ibu Nita Dwi Prasetyaningtyas, S.STP., M.AP. saat memberikan sambutan dan arahan pada acara pelantikan pengurus MWCNU Tirtoyudo.

TIRTOYUDO — Kehadiran jajaran Muspika dalam acara pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Ranting NU, dan PAC IPNU-IPPNU se-Kecamatan Tirtoyudo pada Ahad, 27 September 2026, mempertegas eratnya hubungan antara ulama dan umara (pemerintah). Dalam kesempatan tersebut, Camat Tirtoyudo, Ibu Nita Dwi Prasetyaningtyas, S.STP., M.AP menyampaikan sambutan yang sejuk dan penuh harapan bagi kepengurusan yang baru.

Mengawali sambutannya dengan ramah untuk membangkitkan semangat hadirin di siang hari, Ibu Neta mengucapkan selamat dan sukses atas terbentuknya struktur kepengurusan NU Tirtoyudo masa khidmat 2026-2031. Beliau menegaskan bahwa menjadi pengurus NU bukan sekadar mengejar posisi, melainkan memikul amanah besar untuk berkhidmat kepada umat.

NU Sebagai "Rumah Teduh" Masyarakat

Melihat peran strategis Nahdlatul Ulama, Ibu Neta menaruh harapan besar agar organisasi ini senantiasa menjadi pengayom masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang ada, NU dituntut untuk terus membimbing umat dan menanamkan semangat cinta tanah air.

"Saya mengharapkan NU ini nantinya menjadi rumah yang bisa meneduhkan. Menjadi rumah bagi masyarakat yang memerlukan bimbingan, rumah bagi generasi muda untuk selalu diberikan arahan, dan rumah di mana selalu ada semangat luar biasa untuk mencintai tanah air."

Menjadi Tokoh Penyejuk di Era Globalisasi

Ibu Neta juga menyoroti tantangan era globalisasi dan derasnya arus informasi teknologi yang sering kali memicu gesekan di masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran para kiai dan tokoh NU sangat krusial sebagai agen perdamaian.

"Saat ini kita butuh banyak tokoh yang menyejukkan bukan memanaskan, butuh tokoh yang bisa merangkul bukan memecah belah, dan butuh tokoh yang menyatukan bukan mempertentangkan," tegas Ibu Camat.

Pentingnya Sinergi Ulama dan Pemerintah

Sebagai kepala pemerintahan di tingkat kecamatan, Ibu Neta secara terbuka mengajak seluruh jajaran pengurus MWCNU, lembaga, maupun badan otonomnya untuk berkolaborasi dengan pemerintah.

"Pemerintah saat ini sangat butuh ulama, tokoh masyarakat, para pemuda, serta partisipasi masyarakat. Mari kita saling bergandengan tangan, bersinergi, saling menguatkan, sehingga program-program baik dari pemerintah pusat sampai desa bisa berjalan sukses," ajaknya.

Dinamika Organisasi dan Jalan Musyawarah

Sebagai penutup, Ibu Neta mengingatkan realitas dalam berorganisasi di mana hambatan dan perbedaan pandangan pasti akan selalu ada. Namun, ia berpesan agar dinamika tersebut tidak menjadi alasan untuk merusak tali persaudaraan.

"Jika ada perbedaan pandangan, itu hal biasa. Monggo duduk bersama, bermusyawarah mencari jalan keluar terbaik. Karena prinsip NU sejak zaman dahulu selalu mengutamakan musyawarah dan kebersamaan. Jadikan jabatan sebagai sarana berbuat baik, ilmu sebagai penerang, dan ulama sebagai teladan," tutupnya mengakhiri sambutan.

JADWAL SHOLAT
  • Imsak04:15
  • Subuh04:25
  • Dzuhur11:42
  • Ashar15:03
  • Maghrib17:36
  • Isya18:48
KALENDER KEGIATAN
Lihat Kalender
19
AGUSTUS
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15.00 WIB
27
SEP
Sabtu, 27 September 2026 | 13.00 WIB
27
SEP
Senin, 17 Agustus 2026 | 07.00 WIB
YOUTUBE MWC